Rabu, 28 Mei 2008

Dian Nitami syok, listrik naik

Istri Anjasmara ini merasa syok ketika listrik dirumahnya mengalami kenaikan hingga 80%. Akhirnya Dian Nitami melakukan kampanye hemat listrik rumahnya seperti yang dianjurkan pemerintah.


Demi hematnya listrik dirumahnya Dian Nitami sampai menghubungi Pusat Layanan Gangguan PLN di nomer 123 untuk mendapatkan informasi yang akurat soal penghematan listrik


"Dari pukul 17.00-22.00 untuk selalu mematikan lampu setiap keluar rumah," ujar Dian kepada anak-anaknya.



Jumat, 23 Mei 2008

Album untuk Munir diluncurkan



Untuk mengenang Munir aktivis HAM yang berasal dari Malang, diadakan Lomba Cipta Lagu untuk Munir, kemudian 10 lagu yang terpilih dari Lomba Cipta Lagu untuk Munir itu dikemas dalam satu album yang berjudul "Untuk Munir". Didalam lomba tersebut ada 3 juri yang menilai lagu-lagu yang diciptakan oleh musisi berlabel indie secara ketat, 3 juri tersebut adalah Jockie Soerjoprajogo (musikus), Trie Utami (penyanyi), dan Usman Hamid (aktivis). Album tersebut merupakan hasil karya dari band-band yang berlabel indie yang ingin menyampaikan pesan yang sifatnya bertemakan pelanggaran HAM dengan ciri khas musik anak muda.


Launching album "Untuk Munir" pada hari Jumat (23/5/2008) di lakukan di kantor Kontras yang ada di Jalan Borobudur, Menteng Jakarta Pusat. Lagu yang mengisi album tersebut antara lain :



  1. Pahlawan Sejati - Doddy B. Jatmiko

  2. Untukmu -Nur Iman

  3. Selamat Jalan Pahlwan HAM - Neps Band

  4. Cahaya - Asfinawati

  5. Blues Untuk Munir - Jeffar L. Gaol

  6. Before You Go - Beri & Friends

  7. Arsenikum - Rengga Ydhistira

  8. Pain - Ovalenz

  9. Masihkah Kita Takut - Amir Sadewo

  10. Mr. HAM - Full Respect


"Kesadaran anak-anak muda saat ini sudah mulai meningkat. Mereka mulai menciptakan lagu-lagu bertema sosial, termasuk tentang Hak Azasi Manusia (HAM)," ungkap Bens Leo sebagai seorang pengamat musik.

Selasa, 20 Mei 2008

Istri penulis naskah proklamasi meninggal dunia

Soerastri Karma Trimurti begitu nama lengkap beliau yang lahir di Jakarta tanggal 11 Mei 1912, beliau ini dulunya seorang wartawati yang sangat kritis, dan selain itu juga pernah mengajar di SDN Solo, Banyumas dan terakhir di Perguruan Rakyat Bandung yang hanya bertahan 3 bulan karena larangan mengajar oleh pemerintahan Belanda pada tahun 1933.

Setelah suaminya menulis naskah proklamasi yang dibacakan oleh Presiden Soekarno dan Negara Indonesia mendapatkan pengakuan negara merdeka. SK Trimurti menjadi Menteri Perburuhan di Kabinet Arif Sjarifuddin I dan II, setelah pensiun beliau menjadi anggota Dewan Nasional RI yang kemudian mendapatkan anugerah dari Presiden Soekarno berupa Bintang Mahaputra Tingkat V.

SK Trimurti adalah tokoh dari Partai Nasioanal Indonesia(PNI) yang juga istri dari Sayuti Melik penulis dari naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. SK Trimurti telah meninggal dunia pada usia 96 kemaren malam di RSPAD Gatot Subroto Selasa (20/5/2008) bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.