
Untuk mengenang Munir aktivis HAM yang berasal dari Malang, diadakan Lomba Cipta Lagu untuk Munir, kemudian 10 lagu yang terpilih dari Lomba Cipta Lagu untuk Munir itu dikemas dalam satu album yang berjudul "Untuk Munir". Didalam lomba tersebut ada 3 juri yang menilai lagu-lagu yang diciptakan oleh musisi berlabel indie secara ketat, 3 juri tersebut adalah Jockie Soerjoprajogo (musikus), Trie Utami (penyanyi), dan Usman Hamid (aktivis). Album tersebut merupakan hasil karya dari band-band yang berlabel indie yang ingin menyampaikan pesan yang sifatnya bertemakan pelanggaran HAM dengan ciri khas musik anak muda.
Launching album "Untuk Munir" pada hari Jumat (23/5/2008) di lakukan di kantor Kontras yang ada di Jalan Borobudur, Menteng Jakarta Pusat. Lagu yang mengisi album tersebut antara lain :
- Pahlawan Sejati - Doddy B. Jatmiko
- Untukmu -Nur Iman
- Selamat Jalan Pahlwan HAM - Neps Band
- Cahaya - Asfinawati
- Blues Untuk Munir - Jeffar L. Gaol
- Before You Go - Beri & Friends
- Arsenikum - Rengga Ydhistira
- Pain - Ovalenz
- Masihkah Kita Takut - Amir Sadewo
- Mr. HAM - Full Respect
"Kesadaran anak-anak muda saat ini sudah mulai meningkat. Mereka mulai menciptakan lagu-lagu bertema sosial, termasuk tentang Hak Azasi Manusia (HAM)," ungkap Bens Leo sebagai seorang pengamat musik.