Jumat, 12 September 2008

Ungu dilarang konser di areal Masjid Pekanbaru

Ungu dilarang konser"Akulah para pencariMU ya Allah"

Merupakan sepenggal syair lagunya Ungu yang berjudul "Para PencariMU" dan juga menjadi soundtrack sinetron "Para Pencari Tuhan" menjelang sahur dan buka puasa.

Ketika Ungu akan konser di Pekanbaru dilarang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pekanbaru karena telah mencoreng umat Islam dengan mengadakan konser diareal Masjid Agung An-Nur.

MUI juga menuding Ungu telah ditunggangi orang-orang yang hendak mencoreng Islam di mata umat non Islam.

"Kita jelas menolak konser di masjid. Ini tidak bisa dibiarkan, ini sudah mencoreng umat Islam," jelas Ketua Umum MUI Pekanbaru Ilyas Husti, Jumat (12/9/2008).

Ilyas telah menyayang yarng telah mengijinkan konser Ungu tersebut didepan Masjid Agung An-Nur Pekanbaru.

"Apa yang menjadi alasan panitia Masjid Agung An-Nur bisa meloloskan konser musik di depan masjid?" sambung Ilyas.

Iya, seharusnya Ungu bisa menolak keinginan panitia mengadakan konser tersebut, tapi yang patut disalahkan ya panitianya.

Kalau dilihat dari sisi tempat konser memang kurang pas tempat ibadah untuk konser musik. Tapi biasanya ditempat ibadah terkadang juga ada acara seperti lomba gambar untuk anak-anak, karena masjid juga memiliki sekolah TK muslim, kemudian di masjid juga ada kegiatan musik Qosidah. Mungkin panitia konser ingin yang lain dengan mendatangkan Ungu yang memiliki album Religi itu.

Rabu, 20 Agustus 2008

Fauzi Baadilah tersinggung soal imigrasi

Fauzi Badilaah dengan Senk LottaFauzi Baadilah memiliki istri yang pernah bermasalah dengan pihak keimigrasian. Hal ini dikarena istrinya Senk Lotta telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sedangkan istrinya itu berasal dari Uzbekistan dan pada akhirnya Senk Lotta dituduh melakukan pemalsuan KTP.

"Gue nggak mau wawancara soal itu. Nanti malah nambah masalah lagi," ujar Fauzi Baadilah yang langsung bergegas pergi.

Dengan adanya pertanyaan mengenai imigrasi, Fauzi Baadilah merasa bakal diungkit-ungkit lagi apabila wartawan mengangkat berita mengenai hal ini.

Selasa, 29 Juli 2008

Maia perjuangkan pendidikan anak-anaknya

Maia Estianty menangis usai sidangMaia Estianty tak patah semangat untuk memperjuangkan pendidikan bagi anak-anaknya. Maia berharap anak-anak tidak menjadi korban dari perselisihan orang tuanya. Maia mendapatkan informasi dari tempat sekolah anak-anaknya itu.

"Aku maunya itu anak-anak nggak jadi korban. Kalau aku sih nggak pernah memperlihatkan ada masalah di depan mereka," ujar Maia sambil menangis di pengadilan Agama Jakarta Selatan(29/7).

Nampaknya pendidikan anak-anak diabaikan oleh Ahmad Dhani sebagai ayah yang saat ini anak-anak ikut ayahnya pergi ke Solo dalam rangka pemberian gelar bangsawan dari keraton solo.

"Sampai sekarang anak-anak itu belum masuk sekolah. Pendidikan sangat diabaikan. Aku nanya ke sekolah, kenapa anak-anak nggak sekolah, katanya Al, El, Dul pergi ke Solo," kata Maia.
Sidang perceraian mereka akan dilanjutkan dua minggu lagi dengan mendatangkan saksi seperti Kak Seto dari pihak Dhani dan mantan ketua KPAI Giwo Rubiyanto.

Selasa, 08 Juli 2008

Rhoma Irama dan Dewi Yull promosikan Cagub

Rhoma Irama dengan grup dangdutnya "Soneta" beserta Dewi Yull mendukung Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa - Mudjiono di lapangan desa Balerejo, Kebonsari, Madiun (8/7).

Pasangan Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini disebut sebagai Ka-ji yang merupakan singkatan dari kedua nama cagub. Rhoma dan Dewi Yull akan tampil lagi pada tanggal 23 Juli 2008 mendatang.

Selasa, 10 Juni 2008

Zaskia dekat dengan Hanung dapat perlakuan lebih di "Wanita Bersorban"

Zaskia Adya Mecca lagi dekat dengan Hanung Bramantyo sutradara film Ayat-Ayat Cinta. Saat ini Zaskia sedang memainkan perannya di sinetron "Munajat Cinta" sebagai Maemunah, selain itu Zaskia juga melakukan syuting "Doa Yang Mengancam" dan "Wanita Bersorban" garapan Hanung Bramantyo.

Dengan seringnya Zaskia dan Hanung bekerjasama dalam penggarapan film, mereka dikabarkan makin dekat dan sering berduaan di lokasi syuting maupun acara-acara tertentu.

"Sejak tergabung dalam film AAC kami memang dekat. Sudah seperti keluarga saja. Selain itu, kami juga sedang ada persiapan untuk proyek film," tutur Zaskia.

Zaskia mendapat peran yang lebih di film Wanita Bersorban ini, karena sebelumnya Zaskia mendapat perlakuan kurang enak dari Hanung pada film-film sebelumnya, awalnya difilm Ayat-ayat Cinta. Di film tersebut Zaskia menanyakan perihal tersebut kepada Hanung.

"Sebenarnya, Mas ada masalah apa dengan saya'. Dari situlah, Mas Hanung menjelaskan duduk persoalannya,"ungkap Zaskia



Setelah Hanung sudah menjelaskan duduk persoalannya, Zaskia mendapat perlakuan lebih di film Hanung terbarunya yaitu "Wanita Bersorban".

"Di sini aku dapat porsi yang lebih besar dibanding peranku di tiga film terdahulu. Film ini berlatar belakang budaya Jawa, otomatis aku juga harus banyak belajar dari Mas Hanung yang orang Jawa," jawab Zaskia.


Rabu, 28 Mei 2008

Dian Nitami syok, listrik naik

Istri Anjasmara ini merasa syok ketika listrik dirumahnya mengalami kenaikan hingga 80%. Akhirnya Dian Nitami melakukan kampanye hemat listrik rumahnya seperti yang dianjurkan pemerintah.


Demi hematnya listrik dirumahnya Dian Nitami sampai menghubungi Pusat Layanan Gangguan PLN di nomer 123 untuk mendapatkan informasi yang akurat soal penghematan listrik


"Dari pukul 17.00-22.00 untuk selalu mematikan lampu setiap keluar rumah," ujar Dian kepada anak-anaknya.



Jumat, 23 Mei 2008

Album untuk Munir diluncurkan



Untuk mengenang Munir aktivis HAM yang berasal dari Malang, diadakan Lomba Cipta Lagu untuk Munir, kemudian 10 lagu yang terpilih dari Lomba Cipta Lagu untuk Munir itu dikemas dalam satu album yang berjudul "Untuk Munir". Didalam lomba tersebut ada 3 juri yang menilai lagu-lagu yang diciptakan oleh musisi berlabel indie secara ketat, 3 juri tersebut adalah Jockie Soerjoprajogo (musikus), Trie Utami (penyanyi), dan Usman Hamid (aktivis). Album tersebut merupakan hasil karya dari band-band yang berlabel indie yang ingin menyampaikan pesan yang sifatnya bertemakan pelanggaran HAM dengan ciri khas musik anak muda.


Launching album "Untuk Munir" pada hari Jumat (23/5/2008) di lakukan di kantor Kontras yang ada di Jalan Borobudur, Menteng Jakarta Pusat. Lagu yang mengisi album tersebut antara lain :



  1. Pahlawan Sejati - Doddy B. Jatmiko

  2. Untukmu -Nur Iman

  3. Selamat Jalan Pahlwan HAM - Neps Band

  4. Cahaya - Asfinawati

  5. Blues Untuk Munir - Jeffar L. Gaol

  6. Before You Go - Beri & Friends

  7. Arsenikum - Rengga Ydhistira

  8. Pain - Ovalenz

  9. Masihkah Kita Takut - Amir Sadewo

  10. Mr. HAM - Full Respect


"Kesadaran anak-anak muda saat ini sudah mulai meningkat. Mereka mulai menciptakan lagu-lagu bertema sosial, termasuk tentang Hak Azasi Manusia (HAM)," ungkap Bens Leo sebagai seorang pengamat musik.